Rabu, 03 Desember 2014

PMa-Syndrome

Mimpi apa ya semalem sampe ujug-ujug nulis lagi disini dengan topic yang berat begini.
Lah emang topiknya apa? Ya ini.. :D

Kalo bahasa gaulnya sekarang, mungkin saya lelah..
Hihihi.

Apa itu PMe-Syndrome?
Silahkan cari di google, pasti gak ketemu *dikeplak*
Hehehe.

PMa-Syndrome ini memang bahasa yang gw karang sendiri sih, kepanjangan dari Pre-Marriage syndrome. Kalo menurut om google PMa-Syndrome itu sebuah keadaan dan tekanan psikologis yang dialami oleh pasangan yang akan memasuki gerbang pernikahan.
Cieee yang mau nikah hahaha. --"

Is something called "wedding" so complex and demanding?
then I answer "YEEESSSS!!!"
 
 
As a bride-to-be, we may go over all the details over and over again, pore over you wedding dress (lace, tulle, ruffle, applique etc.), favors and so forth. From the planning fatigue, we may also turn irritable, because there seems to be countless things out there. Due to the uncertainty of the future, or simply put too much pressure on ourselves. We just become too obsessive in presenting a perfect wedding, debating with BFFs which wedding dress’s perfect, which makeup or what kind of foundation, with a little bit more or a little bit less touch of shade etc. ever since we got engaged. The list can go on and on.

Awalnya, gw sama sekali gak sadar apa yang gw alami dan rasakan ini adalah syndrome yang dirasakan oleh hampir semua calon pengantin di dunia. Jadi sering murung dan sensitive.
Sekilas masalahnya sepele,  tapi gw rasa kalo dibiarin dan di dramatisir berlebihan dampaknya besar, misalnya tentang biaya-biaya, keputusan yang diambil, ekspektasi kepada pasangan setelah menikah, perubahan yang terjadi setelah menikah, tanggung jawab yang akan diemban.
Dan biasanya yang menjadi sumber stres menjelang hari H adalah perencanaan resepsi pernikahan yang ingin semuanya berjalan sempurna. 
Katanya sih  masalah-masalah kecil itu bisa sampai menggagalkan pernikahannya itu sendiri loh.
Astagfirullah, amit-amit *ketok-ketok meja*
 
Before your glorious day, you may encounter something you’ve never dreamed of, which is call pre-marriage syndrome. There’s nothing to blame about or to be ashamed of, we’re all emotional ordinary people.


Nah, yang terjadi sama gw belakangan ini adalah kadar sensitive dalam diri gw naik 1000%.  Masalah yang gak pernah gw permasalahin jadi masalah (Nah loh!).
Cemburuan gak jelas, gak percayaan, dan masalah-masalah ego yang memang sebelumnya gak pernah gw eksploitasi (halah).
 

Kadang kesentil dikit, emosinya langsung naik. Belum lagi kalo udah cape kerja, suntuk ngurusih printilan yang gak abis-abis, kurang inilah, kurang itulah.
Kadang bikin mual sampe mau muntah, kepala kunang-kunang, dengkul lemes dan jantung berdebar-debar kencang.
Oke maaf gw mulai lebaii, hihi.

Saking "keganggunya" gw sama syndrome ini, gw sampai cari tau apa yang mesti gw lakukan untuk menghilangkan atau paling enggak mengurangi, karna seriusan bikin mood gw gak stabil.
Udah mah gw orangnya moody, ditambah kena syndrome beginian, tambah-tambah aja senggol bacok-nya. Heeuuuu.
Debat-debat kecil sama si calon suami yang berujung saling diem dan gregetan sendiri. Biasanya kita berdua bisa dengan mudahnya kendalikan emosi, tapi ya lagi-lagi karna si PMa-Syndrome ini (mungkin) kita bisa diem-dieman lebih lama dari biasanya, gak bisa sesabar biasanya.
Ya Tuhaaaannn.. T.T

Dari tanya-tanya sama temen yang baru nikah, sampai googling.
Rata-rata sih disuruh relax dan positive thinking. Atau mungkin gw butuh refreshing dan traveling.
(brb beli tiket Jakarta-Dublin-Jakarta) *digetokmamas* :D
 
Oya, ada satu hal yang mesti dihindari dari sekian banyaknya solusi soal PMa-Syndrome ini (dan semoga gak kejadian sama gw) yang gw temuin di google.
 "Jalan-jalan lagi sama mantan, orang-orang masa lalu kita bisa mengobati rasa itu, membandel dikit laah, wah, nggak tahu juga deh tuh..tapi bolee dicoba"
Jangan deh jangaaann.. duuhh....
Yang lalu biarlah berlalu, walaupun menurut gw ingetan soal ex pasti mampir sepersekiandetik di pikiran. Tapi yaudahlah.
Yaudah ah jangan bahas-bahas ex (Lah yang bahas kan gw yak? hihi)
Lebih baik cari escape yang aman lah ya daripada kenapa-kenapa. Sah-sah aja ko' kasih jeda waktu untuk kita "istirahat" dari printilan pernikahan.
Ngumpul sama temen-temen misalnya. Cari "me time" yang bikin kita relax dan "lupa" sejenak sama "beban"nya.
Kaya misalnya gw iya-in si calon suami yang main counter strike dikantor atau nongkrong bareng temen-temennya after office. Yaaa kegiatan-kegiatan seperti itu kali yaa.
Tinggal gw aja nih yang masih nyari escape aman.  Hihihi.
Buat gw sih di perhatiin dan dingertin aja udah bikin tenang ko' *tsaah* *preett* hahaha
 
Baydewey, solusi yang manjur buat gw saat ini adalah, positive thinking, mikir bahwa acara pada hari H akan berjalan dengan lancar karna udah ditangani oleh pihak-pihak yang kopenten dibidangnya. Pikirin hal-hal bahagia setelah menikah, to do list rumah tangga yang pastinya menyenangkan dilakukan bersama-sama.
*SemangatinDiriSendiri*
Yang pasti sih, mesti saling ngertiin. Yang satu lagi panas, yang satunya mesti dingin, gitu juga sebaliknya. Kalo dua-duanya panas ya udah deh, wasalam.
 
It’s common to have sort of pre-marriage syndrome in one way or another, after all, it’s a once-in-your-life event. Just remember whether it’s the planning of your upcoming wedding or the wedding ceremony itself, everything’s for you to enjoy, it’s not burden. So please enjoy everything and be a pretty and happy bride!




Thank you for reading
MeghaFilan

 

Rabu, 12 November 2014

DEPLAM GOES TO SWITZERLAND VAN JAVA

Depok, 4 Januari 2014

Langit mulai gelap, menggeser matahari yang memang sudah tidak menampakan wajahnya sedari siang. Hari ini langit Depok memang mendung dan sesekali rintik hujan turun membasahi trotoar yang berdebu. Tidak seperti biasanya, kantor masih terlihat ramai, semakin ramai dengan adanya beberapa tas besar yang harus di re-packing.

Kericuhan di dalam kantor
Yap. Hari ini kami akan melakukan pendakian ke Gunung Papandayan di Garut Jawa Barat. Ini adalah perjalanan ketiga kami (Afrizal, Fahrizal, Ferdian, Bondan, Firmansyah), setelah sebelumnya Gunung Gede dan Gunung Cikuray berhasil kami daki.

Kami yang menamakan diri Deplam Advanture Crew, berangkat menuju terminal Kp. Rambutan dengan menggunakan angkutan umum. Enam orang laki-laki (Ferdian, Fahrizal, Afrizal, Firmansyah, Ryan, Bondan) dan empat orang wanita (Anita, Yunita, Zahroh, Me) serta sepuluh tas besar berhasil membuat kendaraan yang kami tumpangi penuh sesak ditambah riuh suara kendaraan dan asap kenalpot dari luar.

Crew sesaat sebelum berangkat
Beranjak dari terminal Kp. Rambutan kami melanjutkan perjalanan menggunakan bus ekonomi Ac menuju Garut yang memakan waktu tempuh sekitar lima jam. Sepanjang perjalanan menuju Garut, kami memutuskan untuk tidur untuk memulihkan stamina setelah seharian bekerja.

Waktu menunjukkan pukul 04.30 WIB ketika kami sampai di Tarogong. Ternyata kaki Papandayan belum kami injak. Kami masih harus melakukan perjalanan menggunakan mobil pick up sekitar satu jam perjalanan dengan medan yang cukup sulit ditempuh even dengan mobil sekalipun. Banyak lobang nan terjal dibeberapa ruas jalan. Beberapa kali Crew harus turun karena kendaraan yang kami tumpangi tidak kuat menanjak di jalanan yang rusak.

Semakin mendekati kaki Gunung, udara dingin mulai terasa menusuk sampai tulang. Kami bersiap dengan peralatan yang kami bawa. Jaket tebal, kaos kaki, dan sarung tangan telah siap ditempatnya masing-masing.

Langit masih gelap ketika kami sampai di kaki gunung Papandayan. Hari ini keliatannya bukan hanya kami yang akan melakukan pendakian di Gunung Papandayan yang disebut juga Switzerland van java ini, terlihat beberapa mobil pick up yang sedang menurunkan tas-tas cariel di beberapa sudut kaki gunung. Walaupun tidak seramai saat perayaan tahun baru pastinya.


Sebelum melakukan pendakian, salah satu crew melakukan pendaftaran di pos penjagaan dan membayar sejumlah uang untuk biaya konservasi gunung Papandayan. Jalur pendakian Gunung Papandayan ini cenderung berbatu dan gersang. Sehingga kami memutuskan untuk melakukan pendakian pagi hari ketika udara Garut masih terasa sejuk dan matahari belum terlalu menyengat. Setelah melakukan pendaftaran, sarapan, dan sholat Subuh kami segera berangkat.

Crew saat akan memulai pendakian
Selama pendakian, kami disuguhi pemandangan alam yang sangat luar biasa hingga membuat perjalanan terasa amat ringan. Lembah-lembah hijau berlatarkan gunung yang berdiri dengan kokohnya. Kepulan asap dari kawah belerang menambah indahnya pemandangan walaupun sesekali bau belerang tercium saat angin bertiup hingga membuat hidung dan tenggorokan tersumbat.
 

 

 


Sesekali kami berhenti untuk mengistirahatkan badan


(ki-ka) Afrizal, Riyan, Ferdian, Bondan, Fahrizal dan Firman (bawah)
(ki-ka) Me, Mbak Zahroh, Yunita, Anita
 

Setelah sekitar tiga jam pendakian, akhirnya kami sampai di Bukit Salada. Sebuah hamparan luas menghijau dengan dikelilingi benteng berupa bukit batuan kapur. Disinilah tempat dimana kami akan mendirikan tenda untuk berkemah. Langit masih cerah ketika kami selesai mendirikan tiga buah tenda. Terlihat beberapa tenda telah berdiri disekitaran bukit salada milik para pendaki yang telah sampai terlebih dahulu.
 
Kami tiba di Bukit Salada
 
Well, sebelum meneruskan ceritanya, kayanya agak pegel ya nulis pake bahasa baku kaya gitu, apa lagi setelah sekian lamanya gak nulis di blog ini, hehe.
Btw, tulisan diatas memang bukan untuk dimuat di blog ini, salah satu crew Deplam minta gw untuk bikin review tentang perjalanan kita ke Papandayan untuk dimuat di majalah kantor, tapi apadaya, tulisannya gak jadi di muat karena menurut beliau tulisan ini menggunakan bahasa novel, jadi gak cocok, huhu.
 
Oke, lanjuttt... :D
 
Sampai di Bukit Salada, kami mencari spot terbaik untuk membangun tenda. Beberapa area yang tanahnya landau sudah ditempati oleh beberapa pendaki, dan beberapa area tidak bias dibangun tenda karena tanahnya yang tidak rata. Beberapa menit setelah muter-muter Bukit Salada, akhirnya kami memutuskan untuk membangun tenda di area (seperti) lapangan yang dikelilingi oleh bunga edelwise yang katanya juga disebut bunga abadi.
Sayang, waktu kita disini bunga edelwisenya gak sebagus biasanya, mungkin karena cuaca atau entah apa yang bikin bunganya jadi berwarna coklat seperti layu.
 
Bunga Edelwise
 
Me at the edelwise field
 
Kita yang terdiri dari 10 orang, membawa 3 tenda ukuran sedang. Setelah beristirahat sejenak, para lelaki luar biasa langsung sigap mengeluarkan tenda dan keluarganya untuk segera di eksekusi, gak usah tanya para wanitahnya, kita masih tetep ditempat masing-masing sambil meluruskan kaki, hihi. Maklum, ini adalah pendakian pertama gw, mba Zahroh, Anita dan Yunita. Tapi untuk perjalanan pertama boleehhllaahhh yaaa hehehe.
 
 
 
 
 
 
 

Yeay akhirnya tendanya jadi juga \(^0^)/
 
Setelah tenda berdiri, kita langsung bergegas masuk karena cuaca mulai dingin, padahal waktu itu masih sekitar jam 12 siang. Setelah para lelaki luar biasa yang mendirikan tenda, waktunya para wanita kece masak \(^0^)/ tapi para wanita cukup hanya dengan mengeluarkan bahan makanan dari dalam tas, yang mengolah tetep para lelaki, hihi.
Kayanya para lelaki ini lebih mirip jadi porter-nya para wanita dibandingin dengan anggota rombongan, hehehehehehe.
 
Me and my lad
 
Selamat makaaaannnnn :D
Sore menjelang malam, cuaca di Bukit Salada makin dingin, tapi tidak menyurutkan crew untuk jalan-jalan mengitari Bukit Salada sambil mengambil air minum disumber air untuk minum dan masak. (Iya seriusan minum dari sungai, ini kan di gunung, bukan mall, jadi jangan berharap ada indomaret atau alfamaret disni, ahaii :D)
 
 
 
iya loh kita minum dari situ, ciyuus :D
 
Malam di Bukit Salada sangat panjang dan menakutkan (bagi gw), sesekali terdengar bunyi lolongan yang entah anjing atau serigala (tapi seriusan bukan ganteng-ganteng serigala sih). Yang lebih serem adalah, bunyi angin yang menabrak tenda-tenda. Mungkin lebih tepatnya seperti suara gemuruh. Yang gak pernah denger suara angin, gw sarankan untuk segera pergi ke gunung terdekat. hehe.
Good night, everyone. Sleep tight.
Keesokan harinya, crew bersiap untuk pulang. Kenapa gak sampai puncak? Hmm.. Timingnya kurang tepat. Cuacanya kurang mendukung.
Seperti mottonya Deplam crew Adventure:
"Puncak itu bonus, yang penting selamat"
So, gak pa-pa gak sampai puncak, yang penting kita selamat sampai rumah masing-masing lagi :D
Perjalanan pulang ditemani oleh hujan yang deraaaasss banget, crew langsung bergegas memakai jas hujan. Jangan harap bias neduh di warung indomie atau Mall (please ya ini gunung, stop thinkin bout Mall, haha).


Hujan-hujan tetep eksis :D
One of my fave spot.

Setelah sekitar 4 jam menempuh perjalanan, akhirnya kami sampai di kaki gunung Papandayan. Hawa dingin terasa menesuk sampai ketulang, ditambah baju yang terkena hujan.
Sebelum naik bis menuju ke Depok, kami mampir kesebuat masjid untuk bersih-bersih dan makan di terminal.

Alhamdulillah perjalanan Garut-Depok selamat sentausa :D

Behind the Scene:




 



Setelah perjalanan ke Papandayan ini Deplam crew Adventure yang beranggotakan lelaki-lelaki luar biasa ini melanjutkan perjalanannya ke Gunung Rinjani di Lombok.


(ki-ka) Fahrizal, Ferdian, Afrizal

Summit Attack! Congratulation, Lads!

Semoga perjalanan selanjutkan mereka berkenan mengajak gw lagi yang selalu menyusahkan ini.
Aamiinnn  *berdoakhusukbanget*

Ahhhh... Berat juga  ternyata mulai nulis lagi setelah sekian lamanya gak nulis..
Kaku dan susah menuangkan ide menjadi kalimat T.T
Baiklah, enough for now.
Thank you for reading.

MeghaFilan
 

Sabtu, 31 Agustus 2013

#KAU ^



Cerita pendek ini adalah cerita pendek pertama yang dibuat secara kolaborasi dengan my @deviaeffendy untuk lomba menulis online di @Nulisbuku, dibuat kurang dari lima hari dan dengan cara "online" juga, hihi.Walaupun belum beruntung untuk jadi pemenang, tapi kita berdua PUAS! Yeay!

Selamat membaca ^^

 xxx

Aku menatap hujan dari balik kaca di salah satu sudut café tempat favorite ku, dengan segelas caramel late dihadapanku dan ditemani donat coklat yang begitu manis sampai terasa nyeri di sela-sela gigiku, perlahan – lahan kuhabiskan caramel late sambil tak henti mataku mengamati sekitar yang cukup ramai. Aku memang sedang berada di tengah keramaian tetapi alunan musik klasik yang disajikan oleh pemilik kedai dan suara gemercik hujan membawaku kedalam lamunan tentang kejadian dua minggu yang lalu ditempat ini. Kejadian yang tidak pernah bisa aku lupakan. Seakan nafas ku tertarik sangat dalam sulit untuk  ku keluarkan. Sesak sekali rasanya.

Seandainya kau ada disampingku saat ini, menemaniku, menggenggam tangan ku, seperti yang biasa kita lakukan. Aku merindukan kau, merindukan masa itu, masa dimana kita bersama di satu waktu dan tempat yang sama, seakan aku ingin membekukan waktu dan tidak ingin berjalan dimasa sekarang.

Dua minggu yang lalu, ketika aku duduk berdua dengan seorang lelaki yang masih teramat asing bagiku. “Aku sayang kamu..” Ucap lelaki  yang duduk disampingku. Ia menatapku penuh kesungguhan. Perkataannya sukses membuat ku terbangun dari lamunan yang membawa pikiranku melayang. Abiyan, 27 tahun, lelaki yang sudah lama aku kagumi, seniorku di perusahaan tempat aku bekerja.
“Mas Abi gak salah orang kan?” Pertanyaan yang pertama kali keluar dari mulutku yang membuatnya tertawa kecil.
“Tidak, Diandra. Aku berbicara denganmu”. Ia tersenyum sambil menatapku.
 “Sayang sama kamu itu berat, Di. Selain kamu masih milik orang…” Ia menarik nafas panjang.
“Kita beda keyakinan. Walaupun aku tau Tuhan kita satu.” Lanjut Abiyan.
Aku menengguk hot chocolate dihadapanku, berusaha menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba menyelimuti.
“Aku gak ingin kita pacaran. Selain karena kamu masih punya pacar. Hmm.. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan.” Ia menengguk kopi didepannya sambil menatap kosong kedepan.
“Kalau kita jodoh, aku ingin kita menikah..” Abiyan berbisik sedikit santai

Seorang wanita muda membuyarkan lamunanku tentang kejadian dua minggu yang lalu. Perbincangan aku dan Abiyan, Ia membawakanku segelas caramel late. Ya. Ini gelas kedua yang aku minum.
Seharusnya aku bahagia dengan kejadian itu. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan dorongan dari keluargaku untuk segera menikah sangatlah besar. Apa yang membuatku bingung?
Aku membetulkan jilbabku, menatap hujan yang sedari tadi turun. Beginilah caraku melarikan diri dari kepenatan pekerjaan. Hampir setiap hari aku duduk di café ini, sendiri.

“Aku tau kamu pasti disini” Kata lelaki kurus tinggi didepanku datang dari arah luar kafe.
“Kamu? Kok disini?” Tanyaku kepada Kian, kekasihku dengan muka sedikit kaget.
“Aku menghubungimu berkali-kali tapi tidak ada jawaban” Jawab Kian sambil menarik kursi dan duduk disampingku. Ia melepaskan mantel yang basah karena hujan. Aku tersenyum simpul. 
Tidak lagi ada rasa bahagia saat ia datang. Apakah ini pertanda aku mulai hilang rasa kepada nya dan mulai mencintai Abiyan?

“Ada apa kamu mencariku? Tumben” Tanyaku sambil meneguk caramel late di depanku.
“Ada apa? Hey. Kita hampir dua minggu tidak bertemu, kamu gak kangen?” Tanya Kian sambil memegang tanganku. Ia bercerita tentang pekerjaannya, menjelaskan panjang lebar tentang planning karir yang ingin ia capai di masa yang akan datang. Tapi ia sama sekali tidak menjelaskan planning tentang hubungan kami. Dan ini bukan yang pertama kali.

Aku menarik nafas panjang dan berusaha melepaskan genggaman tangannya. Kian menatapku sambil tersenyum, menunggu komentarku.
Aku mengenal Kian saat kami sama-sama belajar di salah satu perguruan tinggi. Kian yang begitu penyabar dalam menghadapi tingkah dan mau ku. Kian yang seolah dapat mengendalikan pikiran dan perasaanku, Seperti tidak ada alasan untuk aku tidak bahagia bersama Kian, ketampanannya, senyumnya yang manis, serta sikap nya yang lembut, membuat hampir semua wanita mengagumi nya. Termasuk aku!

Kian, sosok yang sempurna di mata wanita. Seharusnya aku memang beruntung memilikinya, tapi aku hanya memiliki perasaannya saja, tidak memiliki waktu dan perhatiaannya. Kian begitu sibuk dengan  pekerjaannya. Aku merindukan sebuah bahu yang hanya bermuatkan kepalaku untuk bersandar, menenangkanku ketika kegundahan dan keletihan menyelimuti hari-hariku. Dan semua perhatian itu aku dapatkan dari lelaki lain yaitu Abiyan.

Senang karena kau hadir disetiap hariku, kau yang selalu setiap saat mencoba membuat ku tersenyum. Entah ini berlebihan atau memang adanya, aku selalu bisa tersenyum jika didekatnya. Merasakan keindahan di setiap kebersamaan yang selalu teringat ketika kita berjauhan, menimbulkan rindu yang cukup dalam satu sama lain. Ahhh Tuhan!! Perasaan apa ini namanya? Terlalu bodoh untuk aku mendeskripsikan semuanya Kau yang selalu membuatku nyaman, bahagia.

Aku mencintainya, dengan segenap perasaan ku, tanpa batasan apapun. Memulai dengan mengenal dirinya, kepribadiannya, kebiasaannya, sampai pada akhirnya aku mendapatkan kehangatan diantara sisi hatiku yang kosong. I’m just human, Just ordinary woman, aku tidak punya kekuatan cukup besar untuk terus mempertahankan rasa cinta ini sendirian, aku butuh kau selalu disamping ku. Menggengam tanganku disaat aku mulai lelah, memeluk tubuhku disaat aku dihinggapi rasa khawatir, dan dapat saling menguat kan satu sama lain ketika kita mulai lelah. 

Menyatukan dua hati, dua kepribadian, dua kebiasaan, tidak semudah yang dibayangkan. Kau hadir di masa ini, dan aku berharap kau akan terus berada di masa-masa ku yang akan datang. Sampai pada akhirnya masa ku ‘tlah habis. Aku merindukan kau disetiap detik ku, merindukan wangi rambut mu, genggaman tanganmu, senyumanmu, dan semua yang ada di kau.

Hanya sang waktu yang dapat mengambil seluruh rasa ini, aku menyayangi mu dan itu urusanku. Bagaimana engkau kepadaku itu urusan mu. Tidak perlu jenius untuk mengagumimu, karna kau adalah ciptaan Tuhan yang Sempurna, bahkan jika semua tempat di bumi ini pun indah, aku tetap membutuhkanmu. Kau adalah nama dari sebuah perasaan cinta dan kasih sayang, aku memberikan ini kepadamu karena aku lebih suka berhubugan dengan mu jika harus mencari kehidupan yang berbasis perasaan, karena dirimu adalah yang bergabung dengan pikiranku. Dengan ruang kosong yang kusediakan sejak pagi dan kuperpanjang waktunya hingga malam, sebagai rindu dan menyatukan semua nya dalam suatu gelombang perasaan dan itu Kau, Abiyan.

Tidak ada yang salah dengan perasaan ini, perasaan yang saling menyayangi satu sama lain antara aku dan Abiyan, aku pun tidak berpikir ini suatu pengkhianatan terhadap Kian, karena memang sebenarnya ia belum membutuhkan pendamping untuk hidupnya, dia masih fokus untuk mengejar karir dan cita – cita  bukan cintanya. Dan akhirnya aku pun tersadar, bukan hanya ketampanan dan karir cemerlang yang aku butuhkan dari seorang kekasih, aku butuh Cinta.

Cinta yang aku dapat sepenuhnya dari seorang Abiyan.

Sampai pada akhirnya aku memilih untuk mengakhiri semua perasaanku kepada Kian, memang berat, tapi aku butuh kepastian untuk semua hubungan yang kujalani. Tentu ia kaget, karena sebelumnya kami memang tidak mengalami masalah serius, terlebih dari pihak Kian. Walaupun selama dua minggu belakangan ini kami sama sekali tidak berkomunikasi, terlebih setelah kejadian di kafe bersama Abiyan.

Aku tersenyum dan menatap tajam mata nya. 
“Kian, terimakasih untuk waktu selama kita bersama, terima kasih sudah mencoba memahamiku, darimu aku belajar banyak hal, bahwa ada sesuatu yang memang tidak bisa dipaksakan. Bukan aku yang kamu butuhkan, dan bukan kamu yang aku butuhkan”.

Kian mulai meneguk espresso didepannya, 
“Aku paham maksudmu, aku memang belum bisa memberikan kepastian tentang hubungan kita. Begitu banyak impian tentang karir dan  hidupku, maaf kalau selama ini aku terlampau egois terhadap impianku itu, dan aku pun akhirnya sadar, benar apa yang kamu katakan, kita sama – sama saling membutuhkan dengan kebutuhan yang berbeda. Aku menghargai keinginanmu.” Kian tersenyum.

Ya. Ada hal-hal yang tidak bisa dipaksakan, sebesar apapun diupayakan. Aku tidak bisa memaksakan perasaanku untuk tetap tinggal bersama Kian yang masih belum membutuhkanku, sementara ada Abiyan yang menunggu dan membutuhkanku.

Kian bangkit dari tempat duduknya lalu mencium keningku.
“Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu, sayang. Terima kasih atas tahun-tahun yang luar biasa”. Kian tersenyum. Dadaku sesak saat mendengar kata-katanya. Entah apa yang ia rasakan, kecewa, sedih, sesal, atau bahkan bahagia karena terbebas dari ikatan hubungan yang selama ini mencekiknya.

Seminggu kemudian.

“Aku tunggu sepulang kantor di kafe”. Pesan dari Abiyan yang membuatku senyum lebar dan menggerakan kaki ku untuk cepat –cepat mebereskan meja kantorku yang berantakan sejak dari siang. Kulihat dari kejauhan sosok Abiyan yang sudah duduk dengan secagkir kopi didepannya, dan aku pun melambaikan tangan kearahnya.

“Mas Abi sudah lama?” tanyaku sambil memanggil pelayan kafe untuk memesan.
“Seberapa pun lamanya waktu menunggumu, itu tak membuatku lelah” Abiyan mengatakan ucapan yang tidak pernah aku dengar sebelumnya dari siapapun.
“Ada apa mengajakku bertemu sore – sore begini? Kenapa gak dikantor aja?”
“……..” abi hanya diam.
“Mas Abi? Are you okay?” Tanyaku ragu. Tangan nya mulai menggenggam jemariku yang mulai dingin karna perasaan gugup.
“Aku mencintaimu Di.. Dengan segala logika dan rasional ku, mencoba menyelami kehidupan mu, membuatku menemui dunia lain yang tak pernah ku alami. Dunia dimana logika dan perasaan yang sebelumnya tidak pernah akur, kini mendamai menjadi suatu atmosfer yang menyelimuti kehidupanku. Aku butuh Kau untuk menemani pijakan kakiku dimasa depan, memadukan melodi diantara irama kehidupan dan  menuntunku untuk mengajak mu menuju surga yang sama dengan Tuhan yang sama”
“……”
“Tuhan yang memberikan jalan nya untuk ku bertemu denganmu, melalui mu aku akan mengenal Tuhan.. kita sama-sama menemukan, karna mu aku mencintai Tuhan, dan karna Tuhan aku mencintaimu, biarkan aku menjadi imam untuk masa depanmu”
“Kamu???” Muka ku pucat dan mulai tidak terkendalikan
“Ya. Aku memutuskan untuk memilih keyakinan yang sama denganmu, untuk bersama–sama berjalan di satu track yang sama menuju kehidupan yang Tuhan rancang.”
Aku hanya tersenyum tanpa  bisa berkata – kata karna terlampau bahagia. Abiyan membalas senyumku sambil mengatakan “Bimbing aku untuk masuk dalam keyakinan itu”

Ia mengambil sesuatu yang ada didalam saku celana nya, sedikit susah tampaknya kulihat. Dan betapa terkejutnya ketika yang ia perlihatkan adalah sebuah kotak kecil berwarna merah, yang berisi sebuah cincin.
“Menikahlah denganku, Diandra. Aku ingin menjalani Ramadhan pertamaku bersamamu.” Ia menatapku sambil menyematkan cincin di jari manisku.
“Terima kasih Mas Abi, terimakasih untuk kesempurnaaan atas impianku”

KAU adalah bahasa Tuhan yang diajarkan kepadaku  tentang keindahan yang sulit kutemui di bumi ini.
Dan KAU adalah Abiyan.

Minggu, 21 April 2013

#Trip Yogyakarta I'm in love

Kenapa judunya Yogyakarta I'm in love ya?
Bukan karna gw ketemu jodoh gw disana loh..
hihihihi 
Tapi memang Yogyakarta ini menyimpan 1001 kenangan buat gw.
Kota jauh pertama yang gw kunjungi sendiri tanpa keluarga
Yaaa bisa dibilang Jogja ini adalah cinta pertamanya gw deh
Sejauh apapun gw menginjakan kaki ke kota-kota indah lainnya selalu hatinya pengen balik lagi kesana.
#Tsaaah ^o^

Pertama kali menginjakan kaki di Jogja itu sekitar tahun 2010
Belajar backpacker-an bareng temen-temen gw.
naik kereta ekonomi Jakarta-Jogja-Jakarta
Nginep di homestay yang harganya masih 70rb/malem (termasuk mahal sih ya)
Naik trans jogja ke Candi Prambanan
Naik bis (lupa namanya, sejenis kopaja gitu) ke Borobudur.
Ditipu sama abang-abang tukang becak.
Nyasar di Malioboro.
daaaan masih banyak lagi
Ah. Memories.
 Sayang foto-fotonya entah kemana :(

Cuma ini yang tersisa, hikkss
Nah. Alhamdulillah kemarin ini gw dapet kesempatan trip to Jogja sama temen-temen kantor.
Seeennneeennngggggg ^0^
Pertama kali ditawarin, gw langsung bilang MAU!
hahaha
Sampe salah satu temen gw bilang gw orang yang paling semangat buat berangkat :D

Berangkat tanggal 28 Maret 2013 jam 10 malem
Deplam Crew
6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan
dijemput sama mobil travel ke kantor.
Sempet ada trouble sebelum berangkat karna misscom antara kita, supir travel, dan CP travel.
Tapi alhamdulillah selesai :D
 Gw sih gak berasa naik bis, tapi kaya naik jetcoaster yang di Dufan.
Cepeeett banget, rasanya pengen nyambi bikin surat wasiat selama diperjalanan takut ada apa-apa -,-
Mana si abangnya bilang mobil ini abis tabrakan Zzzz 

Nih dia travelnya :o
Tapi anehnya, biar kata tuh mobil travel cepet banget, tapi tetep aja nyampe jogja itu jam 8 malem keesokan harinya Zzzzz --"
Yap It's mean I was sitting on the bus for 22 hours
*pengsan*
No make up, No shower, No prayer (OH NO!!)
Beginilah tampang kucel 22 jam didalem travel -,-
Sampe di penginapan langsung mandi dan celana gw gak bisa dicopot
OMG!
Kaki gw bengkak sebengkak-bengkaknya T.T

Taaappiii,
semua itu kebayar lunas nas nas ketika keluar dari penginapan dan menginjakkan kaki di alun-alun selatan untuk makan malam.
Aaaahh... Kangeeenn.. 
Kalo aja tuh pohon bisa gw peluk, beneran gw peluk kali yah, hihi.

Pohon kembar di Alun-alun selatan Yogyakarta
"petromak" light dinner ^o^
Makan malemnya sih biasa, cuma nasi goreng plus weddang ronde, 
tapi suasananya itu loh.
MAHAL!!

Jauh-jauh pergi ke Jogja bareng temen-temen kantor, eeh ketemu Devia and the gank.
Hiihiih. Memang jodoh yess kita :D
\(^o^)/
Cape muter-muter keliling alun-alun, pisah sama devia and the gank, pulang ke penginapan dan tidur :D

Besok paginya Deplam Crew goes to Gunung Kidul
Ada apa disana?
Honestly, I don't know
Sebenernya sih gw pengennya kita pergi ke Prambanan atau Borobudur
Soalnya klo ke Jogja tapi gak ke Candi tuh kaya gak ke Jogja, hihihi
Tapi ya apa boleh buat, waktunya mepet jadi yowesh ngikut sajoo :D

Nah disini ada kesalahpahaman lagi hhuhu
Bilangnya mau ke Pantai, eh ternyata ke Goa Sriti.
Alhasil kita semua beli baju dadakan di sana karna tempat mainnya basah-basahan.
Kayanya seru nih, hihihi.

Shoping dadakan -,-
 Goa Sriti ini berada di Padukuhan Karangmojo, Desa Bejiharjo,
Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.
 Goa Sriti termasuk jenis goa basah, karena didalamnya mengalir sungai.
Dan merupakan goa bawah tanah dengan kedalaman 10 meter dan panjang goa sekitar 100 meter dengan waktu tempuh sekitar 1jam
Beeuuhh :D 

 Sebelum masuk ke Goa Sriti, team ditemenin sama 3 tour guide
Petunjuk jalan, Pemeriksa kelengkapan team, dan yang pegangin kamera ^o^
Dilengkapin dengan helm, sepatu, dan pelampung.
Sebenernya gw agak aneh, ko pake pelampung ya? emang kita mau berenang?
Sepatunya pun khusus.
Gak lama setelah persiapan "tempur" selesai,
team diminta untuk naik ke mobil bak terbuka yang sebelumnya di penuhin sama ban-ban.
Duuh makin bingung deh ya..
Masuk ke goa pake pelampung, sepatu, trus ban?
*garukgaruk*


 Sebelum masuk Goa, kita semua berdoa.
Supaya dikasih keselamatan, kemudahan, kelancaran
Salah satu tour guide bilang,

"Didalam nanti, ada satu bagian dalam goa, dimana kita akan merasakan kenikmatan, gak pengen makan, gak pengen minum, jangan sampai kalian mengikuti hawa tersebut, tetap berhati-hati"

Agak serem yah, hihihi..

Foto dulu sebelum masuk Goa, chiiiiiiissshhh ^.^
Pertama kali masuk Goa, rasanya tuh..
hhmmm.. sereeemm..
Turun kebawah kaya tempat persembunyian jaman penjajahan,
batu semua, trus banyak gemericik air dimana-mana.

Pernah liat liputan rumahnya Ki Joko Bodo?
Ya seperti itu lah kurang lebih..

Disinilah pertanyaan soal pelampung dan sepatu khusus terjawab.
Ternyata, medan di dalam Goa itu batu-batuan yang udah lumutan,
mungkin karena terkena air terus-terusan kali ya.
Lembab.
Trus kenapa harus pakai pelampung?
Karena, untuk mencapai "ruang" demi ruang didalam Goa kita harus nyebrangin air yang dalem banget, klo ga pake pelampung, yakin pasti tenggelem.

Gw aja yang lumayan tinggi (lumayan loh, lumayan! protes ajah hohoho)
sampe gak nginjek lantai dasarnya, harus berenang.

Beginilah kira-kira gambaran goa Sriti
Dipertengahan jalan, salah satu tour guide nyuruh kita duduk ditengah-tengah Goa yang aliran airnya kecil,
Namanya lupa, tapi ada cinta-cintaanya deh pokonya.
Disitu kita berdoa.
Yang udah nikah, semoga pernikahannya langgeng sampai meninggal,
Yang udah nikah tapi belum punya anak, semoga setelah dari ini tiba-tiba punya anak (maksudnya cepet-cepet hamil, hihi)
Dan yang belum nikah (Seru nih, haha) semoga cepet dipertemukan sama jodohnya terus dinikahin.
AAAMMMIIIIINNNN.........
Hhahaha

Setelah keluar dari Goa Sriti dengan selamat sentausa,
team istirahat sejenak di luar Goa.
Trus dilanjutin naik mobil bak ke......... (lupa juga namanya)
Aaahh payah nih yang nulisnya kebanyakan lupanya, ahaha. *sungkeemm*
Kayanya sih gw memang gak nanya nama tempatnya apa hehe *ngeles*

Team diturunin ditengah-tengah kebun kayu putih,
diminta untuk pegang ban sendiri-sendiri.
Waah, dimana sungainya? Qo disuruh pegang ban?
Sejauh mata memandang, disana cuma ada alang-alang plus ribuan pohon kayu putih.
Ternyata team harus jalan dulu *LapKeringet*


Kira-kira 10 menit perjalan team harus menyebrangi sungai yang alirannya lumayan deras.
Beberapa kali gw jatuh-bangun (hobi banget dah ah)
karna memang medan sungainya itu batu-batuan ditambah aliran airnya yang lumayan deras dan harus megang ban segede gaban.
Fiiuuhhh :D
Tapi serius, ini serrruuuuuuuu \(^o^)/
Duduk diatas ban dan membiarkan arus yang membawa kita entah kemana *tsaah* haha.
Relaaax

Setelah main-main air, team kembali lagi ke travel.
Mandi, makan, daaannn goes to Maalliioobboorrrooo.
HHoorree!!!

Ngapain?

Belanja sodarah-sodarah, hihihi.

Kalap sekalap-kalapnya deh pokonya.
Sampe gw misah dari rombongan (bertiga sih) buat menyelusuri toko demi toko di Malioboro.
Hasilnya?

Taaarraa....
Thanks to Mas Ijal and Mas Ferdian sudah membawakan tas belanjaan akooh :D
Puas belanja (Belumm sih, tapi udah hampir jam 12 malem T.T)
Naik becak langsung pulang ke penginapan.
Tidur?
Kagaakk..
*tepokjidat*
Dikarenakan gw, anita, dan tina yang keasikan belanja, kita bertiga lupa makan malem.
Alhasil gw sm anita (Tina ga ikut karna dia mulai meriang) ditemani oleh lelaki-lelaki baik hati, balik lagi ke alun-alun selatan buat makan.
Sebenernya sih gw gapapa kalo memang langsung istirahat aja.
Tapi teman-teman nan baik hati ini maksa buat makan, dengan dalil takut sakit.
Ejiiyyeeee.
Modus aja, padahal mereka masih pengen main.
Hahaha.

Kira-kira jam 1 pagi kita balik kepenginapan.
Daaaan jam setengah 2 pagi gw mandi ddoonnggg.
Bbbrrrr..

Tidur sekitar 3 jam, trus bangun lagi buat packing dan siap-siap pulang.
Diantar taksi menuju stasiun Tugu, 
 Jam 8 pagi kereta berangkat menuju Jakarta.
Yaah, beneran harus pulang ya :(

laalluuu......

Baikkllaaaahhh

It's time to say goodbye, Yogyakarta.
Till' we meet again.

Semoga kunjungan selanjutnya udah sama suami aku yaah.. #eh
Hihihiii.



Thanks for reading,

MeghaFilan
xx






Selasa, 02 April 2013

#Blood4Nation Give blood & save a life!

Hallooo everyone.....

Sudah pernah donor darah?

Tulisan ini adalah rangkuman dari tweet-tweet @Justsilly, @usembassyjkt dan @Blood4Life

Donor darah merupakan salah satu bentuk tindakan sosial yang sangat mulia dan tidak mengenal pamrih. Namun sayang, masih sedikit orang yang tergerak hatinya untuk mau menyumbangkan darahnya.
 Kebanyakan orang takut mendonorkan darah karena menganggap itu menyakitkan, 
bisa membuat badan lemah dan rentan terkena penyakit. 
Padahal, itu tidak lebih hanyalah sebuah anggapan yang keliru. 

 Ngapain sih kita donor darah? 
Kan ngeri yah liat jarumnya. 
Ngeri juga liat darah yg mengalir keluar dr badan kita msk ke kantong
 Banyak yg gak mau donor darah, krn takut jarum... 
bahkan smp ada yg bilang, 
"Gue mending nyumbang APA AJA deh, asal jgn darah, takut gue"
 Dan umumnya ini terjadi pada (maaf) laki-laki. 
Kenapa? 
Karna sifat dasar kita, terutama laki-laki adalah "Self Defense"
Begitu tau akan ada yang melukai, secara sadar kita akn menarik tangan kita untuk melindungi diri.
Otot-otot mengeras,degub jantung menjadi cepat.
 Ini yang menyebabkan akhirnya orang jadi ketakutan, 
dan akhirnya ga jadi donor darah. 
Self Defense membuat kita tegang & urat nadi mengecil jadilah susah ditemukan nadinya.

Jadi harus gimana supaya gak defensive?? 
Tanamkan dalam diri kita bahwa donor akan  sangat bermanfaat buat tubuh kita sendiri.
Hal ini akan membuat kita akan lebih relax.

 Donor darah itu sperti Simbiosis Mutualisme: 
saling menguntungkan, antara pendonor&terdonor. 
Kok bisa gitu?
Karna setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya memberikan kesempatan hidup untuk yang menerima tapi juga memberikan manfaat kesehatan untuk kita.

Manfaat donor darah, antara lain:
  Menjaga Kesehatan Jantung. 
Nah, ini penting banget nih buat diketahui utamanya para Lelaki.
Darah itu mengandung Zat Besi. 
Tingginya kadar zat besi dalam tubuh membuat seseorang rentan terhadap penyakit JANTUNG.
Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol yang akan menumpuk pada pembuluh darah dinding arteri. 
Dia akan membuat aliran darah tidak lancar sehingga pasokan oksigen dan zat-zat makanan ke seluruh organ tubuh terutama Otak jadi tidak lancar. 

Jadi jangan heran kalo kamu masih muda udah sering sakit kepala, dada nyeri, jantung debar-debar dsb.. Itu Early warning dari tubuh kita!
Kalo pembuluh-pembuluh darahnya sudah terjadi penyumbatan, once kita makan makanan yang mengandung kolesterol/lemak-lemak tdk sehat resikonya serem

and you know what?
 Dengan tidak pernah mendonorkan darah kita, ini sama dengan kamu MEMPERBESAR peluang untuk terkena serangan jantung dan stroke!
Tuh serem kan?:(
Saat kita rutin mendonorkan darah, itu artinya kita sedang menurunkan risiko penyakit jantung :)

Trus apa hubungannya dengan PRIA?
 kok lebih BERESIKO ketimbang wanita?
Karrna kalo wanita tiap bulan rajin "donor alami" lewat menstruasi, hihi.

Tuhan itu memang arsitek yang Agung,
darah adalah salah satu keajaiban yang diciptakan Tuhan dalam tubuh kita,
supaya hidup kita bisa berharga untuk orang lain.
Nah dari pada darah yang Tuhan kasih secara gratis ini numpuk terus dalam badan kita dan JADI PENYAKIT, kita sumbangin aja yuk :) 

Kalo takut sama jarum, coba fokus ke hal-hal yang bisa membuat kita punya spirit yang KUAT untuk mendonor.
Sekantong darahmu means sebuah "Nyawa"

Manfaat yang kedua adalah:

 Regenerated!
Tiap kali mendonor sumsum tulang kita akan segera memproduksi ulang sel darah merah yang telah hilang.
Jadi, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru stiap kali kita mendonorkan darah.
Kita jadi lebih segar jadinya.
Waah..

Manfaat yang ketiga, kayanya akan bikin cewe-cewe histeris, hihi.

Membantu penurunan berat tubuh.
Yuupp!
Hasil pnelitian donor sebanyak 450 ml darah dapat membantu membakar kalori 650 kal.
Disamping bisa menyelamatkan banyak nyawa, kita juga bisa sehat dan gak perlu bayar mahal untuk ikutan metode penurunan berat badan ditempat-tempat fitness.
Yeaayy.

Dan manfaat yang terakhir adalah:

 We feel good by doing good
Gak usah pikirin pahalanya dulu.
Bayangin ini:
Satu ketika ada anak yang lagi diwisuda, naik ke podium, dan bilang
 "Kalau dulu tidak ada donorin darahnya BUAT papa saya, saya mungkin tidak akan bisa berdiri disini, diwisuda dan jadi sarjana"
Coba deh rasain bahagianya bisa nolongin orang lain.
*Senyummanis*

Sudah yakin untuk donor?

Balik lagi ke acara Blood4Nation

Tanggal 13-14 April 2013
@usembassyjkt bekerja sama dengan @Blood4LifeID dan @Palangmerah
akan mengadakan donor darah di beberapa kota di Indonesia.

Untuk yang di Jakarta akan diadakan di Pasific Place lvl.3
Jam 08.00 - 15.00 WIB

Sudah siap jadi PAHLAWAN ??

Yuuk datang ke Blood4Nation di kota kamu :))